17 Maret 2025 M - 17 Ramadhan 1446 H
~Kita Pernah Jadi Pemenang, dan sampai nanti pun kita tetap Pemenang..
Ini juga yang menjadi salah satu alasanku kenapa rasanya aku cukup menyambut dan merayakan 17 Maret-ku. Karena aku ingin mengingat perjalananku yang pernah jadi pemenang...
Sebagai permulaan, singkat saja.
Memang benar, kita semua pernah menjadi pemenang. Kita yang sekarang ada di dunia ini adalah pemenang yang mengalahkan jutaan sperma lainnya dalam berlomba-lomba untuk mendapat kesempatan untuk hidup. Kita sejatinya memang pejuang yang tangguh. Lantas, patut kah kalau saat ini kita masih sering untuk merasa kurang yakin, pesimis dan putus asa?
Bahkan sampai sekarang pun kita masih pemenang. Kalau kita bisa senantiasa menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu, maka kita telah mengalahkan diri kita versi sebelumnya. Karena pada dasarnya setiap orang punya garis start dan garis finish-nya masing-masing.
Kita tetap menjadi pemenang di garis kita, asalkan kita tetap selalu berprogress, berkembang, berikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Problemnya hanyalah di rasa syukur kita yang kurang, karena termakan standard media sosial yang masih belum jelas juga parameternya. Sesekali tidak apa-apa melihat ke atas sebagai motivasi kita untuk berkembang menjadi lebih baik. Tapi perkembangan tidak harus yang signifikan. Sedikit berkembang tidak sama dengan tidak berkembang. Agaknya memang itu yang kurang bisa kita lihat. Kurangnya kita dalam mensyukuri perkembangan kecil itu.
Yaa, begitu saja. Intinya kita versi sekarang adalah pemenang dari kita versi sebelumnya, asalkan kita tetap terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kita pemenang karena kita punya garis start dan finish sendiri. Mari bersama-sama belajar mensyukuri perkembangan proses itu sekecil apapun.

Comments
Post a Comment